Gambar

TEPIS

Botanis Polyalthia glauca (Hassk.) F.v. Mueller famili Annonaceae
Pohon Tepis
Local Pondok (Kalimantan Barat)
Sinonim -
Sinonim Annonaceae
Habitat Pohon mencapai tinggi 45 m dengan diameter 56 cm, seringkali dengan akar napas, pepagan putih kelabu. licin dengan garis-garis melintang. Rantingnya pucat, lokos. Daun tunggal berselang-seling, bentuk lonjong sampai lanset, 10 - 18 x 4,5 - 6 cm, lokos, h
Persebaran
  • Jawa
  • Kalimantan
  • Seluruh Sulawesi
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Warna teras dan gubal sama-sama berwarna putih kekuning-kuningan.
    Tekstur Agak kasar
    Arah Serat Lurus.
    Kesan Raba Permukaan tangensial licin.
    Kilap Agak mengkilap, hampir kusam.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim bentuk tangga, tebal satu lapis sel; panjang utas 4 - 8 sel.
    Jari-Jari Homoseluler, lebar 1 -10 seri; tinggi sampai 6.000 mikron, rata-rata 1.698 ? 455 mikron, jumlah 4 ? 1 per mm.
    Berat Jenis Berat Jenis menurut Oey Djoen Seng (1990): 0,56 (0,39-0,73)
    Penyusutan Penyusutan (%) Penyusutan dari basah sampai kering udara 0,99 (R) ; 4,522(T) Penyusutan dari basah sampai kering oven 2,113 (R); 7,083 (T)
    Kadar Selulosa 51,73% Lignin 25,99% Pentosan 17,71% Abu 1,12% Silika 0,11%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,09% Air dingin 1,78%Air panas 3,10% NaOH 1 % 19,60%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,09% Air dingin 1,78%Air panas 3,10% NaOH 1 % 19,60%
    Kalor 4.180 cal/g
    Keawetan Oey Djoen Seng (1990): V Rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light) : II Rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren):V
    Keterawetan I
    Pengeringan -
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 398,40 k 631,59 Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 502,59 k 827,45Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 134,33 k 125, 10
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 11,75 k 10,09 Tangensial (kgm/dm3) b 11,74 k 11,56
    Keteguhan Tekan b 27,55 k 106,48
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 30,46 k 72,52 Tangensial (kg/cm2) b 34,74 k 68,03
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 323,90 k 656, 14 Sisi (kg/cm2) b 223,07 k 290,37
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 30,58 k 35,87 Tangensial (kg/cm) b 45,12 k 48,76
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 18,96 k 19,39 Tangensial (kg/cm2) b 26,55 k 36,94
    Venir Kayu Lapis Kayu tepis dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudul kupas 91? untuk tebal venir 1,5 mm. Perekatan venir tepis dengan urea formaldehida menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional (SNI) No. 0
    Pengerjaan Penyerutan 91,30 Sangat baik (I) Pembentukan 90,90 Sangat baik (I) Pembubutan 78,30 Baik (II) Pemboran 78,10 Baik (II) Pengampelasan 95,20 Sangat baik (I)
    Kegunaan Kayu tepis digunakan untuk bangunan sementara, rumah, mebel, perlengkapan interior, moulding, perangkat ringan, panel dinding hias, tiang layar, dayung, kelom, gagang alat-alat olah raga, barang kerajinan, mainan anak, tangkai korek, peti pengepak dan kot
    Tempat Tumbuh Jenis ini tumbuh tersebar sebagai kanopi utama di hutan hujan primer atau sekunder di dataran rendah pada ketinggian 1.200 - 1.800 m dpl. Selain itu jenis ini juga biasa ditemukan di hutan rawa gambut atau secara musiman tergenang air banjir sehingga bany
    Permudaan Permudaan alam jenis ini tersedia dalam jumlah yang melimpah. Permudaan buatan dapat dilakukan melalui biji, dengan cara menyemaikan biji terlebih dahulu. Perkecambahan jenis ini bersifat epigeal atau hypogeal.
    Hama Penyakit -

    Sertakan beberapa komentar anda