Gambar

MENJALIN

Botanis Xanthophyllum flavescens Roxb. Famili Polygalaceae
Pohon Menjalin
Local Jeruan, jerukan, meruwa, mangkokan, dog-dogan (jawa); alafan, anuntus payo,limau buluh, suwahan, batu -batu (Aceh); dedak sijau, medang batu (Sumsel); paliri (Kalteng), balio, minyak angat, gading, kayu batu (Kaltim).
Sinonim Xanthopyl/um exce/sum Miq.
Sinonim Polygalaceae
Habitat Pohon mencapai tinggi 36 m, diameter 100 cm. Ranting lokos, kuncup ketiak biasanya kecil-kecil dan berambut. Daun tunggal, bentuk lonjong agak jorong, bundar telur atau bundar telur sungsang; ujungnya dengan luncip, pangkalnya tirus 7 - 26 x 3 - 11 cm, t
Persebaran
  • Seluruh Sumatera
  • Kalimantan
  • Karakteristik
    Warna Warna teras dan gubal sama - sama berwarna kuning dengan batas yang tidak jelas.
    Tekstur Agak kasar.
    Arah Serat Agak berpadu
    Kesan Raba Permukaan tangensial licin.
    Kilap Agak mengkilap

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim selubung dan pita konfluen setebal satu lapis sel; parenkim aksial 6 - 8 sel per utas.
    Jari-Jari Jari-jari heteroseluler, bercampur di seluruh bagian jari-jari; lebar satu seri; tinggi sampai 2.290 mikron, rata-rata 848 ? 194 mikron, frekuensi 17 ? 1 per mm.
    Berat Jenis Berat jenis menurut Oey Djoen Seng (1990): 0,68 (0,43 - 0,87)
    Penyusutan Penyusutan (%) Penyusutan dari basah sampai kering udara 2,03 (R); 3,12 (T) Penyusutan dari basah sarnpai kering oven 4,80 (R) ; 6,25 (T)
    Kadar Selulosa 46,80% Lignin 25,81% Pentosan 16,18% Abu 1,91% Silika 0,59%
    Kelarutan Alkohol-benzena 0,95% Air dingin 1,71%Air panas 3,39% NaOH 1 % 6,85%
    Kelarutan Alkohol-benzena 0,95% Air dingin 1,71%Air panas 3,39% NaOH 1 % 6,85%
    Kalor 4.302 cal/g
    Keawetan Oey Djoen Seng (1990) : V Rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light) : IV Rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) : I
    Keterawetan I
    Pengeringan Kayu mengering sangat cepat (27 hari) dari kadar air segar hingga mencapai kadar air kering udara (13,5%), namun mengalami pecah ujung, dan perubahan bentuk. Suhu pengeringan alami berkisar 20 - 33?C dan Rh 62 - 85%. Kayu mengering dari kondisi kadar air
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 540,28 k 677,41Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 460,94 k 576,58Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 84,51 k 102,76
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 15,51 k 22,61 Tangensial (kgm/dm3) b 18,02 k 23,09
    Keteguhan Tekan b 56,08 k 80,32
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 56,36 k 79,44 Tangensial (kg/cm2) b 60,32 k 79,29
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 294,58 k 380,71 Sisi (kg/cm2) b 259,20 k 286,96
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 39,94 k 47,84 Tangensial (kg/cm) b 36,60 k 45,97
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 18,54 k 41,31 Tangensial (kg/cm2) b 27,11 k 40,96
    Venir Kayu Lapis Kayu menjalin dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 91? 30' untuk tebal venir 1,5 mm. Perekatan venir kayu menjalin dengan urea formaldehida menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasio
    Pengerjaan Penyerutan 84,50 Sangat baik (I) Pembentukan 89,50 Sangat baik (I) Pembubutan 65,50 Baik (II) Pemboran 84,50 Sangat baik (I) Pengampelasan 71,50 Baik (II)
    Kegunaan Kayu menjalin digunakan bahan bangunan sementara atau bahan kontruksi sedang di bawah atap. Kayu ini cocok untuk lantai, panel, kabinet, peti jenazah, palet, barang bubutan, gagang alat, mistar dan alat gambar, tetapi sebagian besar mungkin dibuat kayu la
    Tempat Tumbuh Jenis ini secara alami tumbuh di daerah primer terutama pada dataran rendah. Juga sering dijumpai tumbuh di daerah rawa a tau dalam hutan kerangas. Namun demikian secara alami jenis ini sering ditemukan pada ketinggian sampai 1 .500 m dpl.
    Permudaan Permudaan jenis ini sangat jarang sedang permudaan buatan dapat dilakukan dengan biji. Biji mulai berkecambah satu minggu setelah disemai. Sifat silvikultur jenis ini belum banyak diketahui.
    Hama Penyakit -

    Sertakan beberapa komentar anda