Gambar

KETAPANG

Botanis Terminalia bellirica (Gaertner) Roxb. Famili Combretaceae
Pohon Ketapang
Local Joko (Jawa), jaho (Lampung), jao (Sumbar). antalun (Aceh), punggiru (Kaltim), layoli (Sulsel), krismitan (NTT).
Sinonim Terminalia moluccana Lamk. Terminalia procera Roxb. Terminalia latifolia Blanco, non Swartz
Sinonim Combretaceae
Habitat Pohon meranggas, mencapai tinggi 50 m diameter 2 m banir besar , ranting-ranting muda menebal, mula-mula berbulu lebat kemudian agak jarang. Daun tunggal rnula-mula mengertas kemudian agak menjangat, susunan daun tersebar sepanjang ranting atau mengelompo
Persebaran
  • Bali
  • Jawa
  • Maluku
  • Sulawesi Tengah
  • Kalimantan Timur
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Warna teras coklat muda pucat atau kuning jerami.
    Tekstur Agak kasar
    Arah Serat Lurus.
    Kesan Raba -
    Kilap Agak mengkilap.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim bentuk sayap, konfluen dan kadang?kadang bentuk pita marginal; panjang utas 3 - 9 sel. Jari-jari heteroselular dengan 1 jalur sel tegak; lebar 1 - 2 seri, kadang-kadang sampai 3 seri; tinggi sampai 1.037 mikron, rata-rata 645 ? 82 mikron, frekuen
    Jari-Jari -
    Berat Jenis Berat jenis menurut Oey Djoen Seng (1990): 0,64 (0,56-0,72)
    Penyusutan Penyusutan (%) Penyusutan dari basah sampai kering udara 2,643 (R) ; 4,874 (T) Penyusutan dari basah sampai kering oven 5,173 (R) ; 8,640 (T)
    Kadar Selulosa 47,49% Lignin 29,41% Pentosan 16,51% Abu 0,74% Silika 0,21%
    Kelarutan Alkohol-benzena 2,48% Air dingin 2,71%Air panas 6,88% NaOH 1 % 17,72%
    Kelarutan Alkohol-benzena 2,48% Air dingin 2,71%Air panas 6,88% NaOH 1 % 17,72%
    Kalor 4.518 cal/g
    Keawetan Oey Djoen Seng (1990) : IV Ra yap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light) : V Rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) : I
    Keterawetan I
    Pengeringan Kayu mengering agak cepat (44 hari) dari kadar air segar hingga mencapai kadar air kering udara (15,5%), namun mengalami cacat pecah ujung, pecah permukaan dan pecah bentuk. Suhu pengeringan alami berkisar 20 - 33?C dan Rh 62 - 85%. Kayu mengering dari ka
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 307,35 k 618,65Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 546,23 k 899,86Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 95,11 k 124,73
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 14,94 k 19,68 Tangensial (kgm/dm3) b 17,37 k 18,23
    Keteguhan Tekan b - k 346,66
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 50,22 k 78,79 Tangensial (kg/cm2) b 56,48 k 80,64
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 292,50 k 540,00 Sisi (kg/cm2) b 203,10 k 370,80
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 39,81 k 34,92 Tangensial (kg/cm) b 43,72 k 25,36
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 20,56 k 23,47 Tangensial (kg/cm2) b 15,93 k 21,14
    Venir Kayu Lapis Kayu ketapang dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 90? 30' untuk tebal venir 1,5 mm. Perekatan venir ketapang dengan urea formaldehida menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional (
    Pengerjaan Penyerutan 80,00 Baik (II) Pembentukan 86,50 Sangat baik (I) Pembubutan 70,83 Baik (II) Pemboran 69, 17 Baik (II) Pengampelasan 75,00 Baik (II)
    Kegunaan Kayu ketapang digunakan bahan bangunan ringan, rangka pintu jendela, peti jenazah, moulding, papan tebal usuk, balok penyangga, lantai, mebel, pedati, alat pertanian, tangkai alat, perahu dan kano, tiang layar, kayu lapis dan pulp kertas serta kayu energi
    Tempat Tumbuh Jenis ini ditemukan pada ketinggian antara 5 - 500 m dpl.
    Permudaan -
    Hama Penyakit -

    Sertakan beberapa komentar anda