Gambar

KENARI

Botanis Santiria laevigata Bl. Famili Burseraceae
Pohon Kenari
Local Dalhi, hatapul miak (Sumut). bintanak, damar putih, gedundung, katuko lagan, lalan, madang keladi, sumbulayang (Sumbar), balam pauh, lalan, siampi, terantai, murak, kayu kalas, logan, resung bunga (Riau), balam putih, parah putih (Bengkulu), amparah, mala
Sinonim -
Sinonim Burseraceae
Habitat Pohon dapat mencapai tinggi 45 m dengan diameter 100 cm atau lebih, berbanir. Ranting-ranting berdiameter 0,25 -1,50 cm, lokos dengan kuncup ujung panjangnya 0,5 - 2,5 cm. Daun majemuk bersirip ganjil, lokos, tangkai panjangnya 3 - 22,5 cm, anak daun bun
Persebaran
  • Sulawesi Tengah
  • Kalimantan
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Warna teras merah muda pucat. Gubal coklat muda.
    Tekstur Agak halus
    Arah Serat Lurus
    Kesan Raba Permukaan tangensial licin.
    Kilap Permukaan kayu mengkilap.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim paratrakea jarang, 3 - 6 sel per-utas.
    Jari-Jari Homoseluler dan heteroseluler; jari-jari heteroseluler dengan hanya satu jalur sel bujur sangkar atau sel tegak; lebar umumnya satu seri, beberapa 2 seri; tinggi sampai 458 mikron, rata-rata 263 ? 26 mikron, jumlah 7 ? 1 per mm.
    Berat Jenis Berat Jenis menurut Oey Djoen Seng (1990): 0,61 (0.47 -0.86)
    Penyusutan Penyusutan (%) Penyusutan dari basah sampai kering udara 2,557 (R) ; 4,594 (T) penyusutan dari basah sampai kering oven 3,989 (R) ; 5,662 (T)
    Kadar Selulosa 54,83% Lignin 29,02% Pentosan 16,18% Abu 1,16% Silika 0,59%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,61% Air dingin 4,29%Air panas 5,13% NaOH 1 % 12.77%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,61% Air dingin 4,29%Air panas 5,13% NaOH 1 % 12.77%
    Kalor 4.365 cal/g
    Keawetan Oey Ojoen Seng (1990) : IV Rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light) : III Rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren):V
    Keterawetan II
    Pengeringan Kayu mengering agak cepat (51 hari) dari kadar air segar hingga mencapai kadar air kering udara (15%), tanpa mengalami cacat pengeringan. Suhu pengeringan alami berkisar 20 - 33?C dan Rh 62 - 85%. Kayu mengering dari kondisi kadar air segar hingga mencapa
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 350,28 k 490,30Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 524,43 k 655,71Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 133,38 k 95,66
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 16,71 k 13,76 Tangensial (kgm/dm3) b 15,28 k 12,48
    Keteguhan Tekan b 48,75 k 78,47
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 62,49 k 82,39 Tangensial (kg/cm2) b 15,28 k 81,76
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 481,55 k 359,75 Sisi (kg/cm2) b 356,82 k 258,42
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 50,54 k 52,67 Tangensial (kg/cm) b 56,34 k 55,60
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 21,88 k 38,01 Tangensial (kg/cm2) b 31,78 k 37,74
    Venir Kayu Lapis Kayu kenari dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 91?30' untuk tebal venir 1,5 mm. Perekatan venir kenari dengan urea formaldehida menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional (SNI)
    Pengerjaan Penyerutan 77, 10 Baik (I) Pembentukan 91,00 Sangat Baik (I) Pembubutan 76,10 Baik(II) Pemboran 76,40 Baik (II) Pengampelasan 88,80 Sangat Baik (I)
    Kegunaan Kayu kenari pada umumnya hanya untuk bahan konstruksi ringan di bawah atap, untuk balok rentang, lantai, pelapis, rangka pintu jendela, pulp dan kertas serta kayu energi. Selain itu digunakan juga untuk mebel, lemari, barang bubutan, tangkai parang, popor
    Tempat Tumbuh Jenis ini tumbuh secara alami di daerah dataran rendah dan kadang-kadang di daerah yang berawa gambut. Secara alami jenis ini tersebar terutama pada dataran rendah namun masih dapat dijumpai sampai pada ketinggian 1.500 m dpl.
    Permudaan Permudaan alam jenis ini dalam hutan yang masih utuh tidak begitu banyak umumnya pada areal bekas tebangan permudaannya sangat rapat seperti di Riau dan Sulawesi. Permudaan buatan dapat dilakukan dengan menyemaikan bijinya. Biji mulai berkecambah setelah
    Hama Penyakit -

    Sertakan beberapa komentar anda