Gambar

DADAP CANGKRING

Botanis Erythrina fusca Lour. Famili Fabaceae
Pohon Dadap Cangkring
Local Cangkring (Jawa), cangkring, dadap (Sunda), galada anyer (Melayu), rase (Bugis), kane (Makasar), rope (Sasak)
Sinonim Erythrina atrosanguinea Ridley, Erythrina glauca Willd., E. ovalifolia Roxb.
Sinonim Fabaceae
Habitat Pohon sedang atau besar, tinggi mencapai 25 m. Batang bebas cabang sampai 17 m, bulat dan lurus, diameter mencapai 50 cm. Permukaan pepagan berwarna cokelat keabu-abuan, licin, beretak. Batang muda, percabangan batang dan ranting berduri, panjang duri 1 -
Persebaran
  • Jawa
  • Maluku
  • Seluruh Sulawesi
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Warna kayu teras berwarna putih jerami hingga kuning muda, susah dibedakan dari gubal yang berwarna sama
    Tekstur Kasar.
    Arah Serat Lurus.
    Kesan Raba Kesat
    Kilap Permukaan kayu kusam.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim aksial paratrakea vaskisentrik, aliform hingga konfluen. Dijumpai juga parenkim pita bentuk jala. Panjang dua sel per untai.
    Jari-Jari Jari-jari besar umumnya 4 - 10 seri hingga lebih dari 10 seri. Komposisi satu jalur hingga 2 - 4 jalur sel tegak atau sel bujursangkar marjinal.
    Berat Jenis Berat jenis dan kelas kuat menurut Oey (1990) 0,29 ; kelas kuat V
    Penyusutan Penyusutan (%)Penyusutan dari basah sampai kering udara 0,7 (R) ; 2,4 (T)Penyusutan dari basah sampai kering oven 2,0 (R) ; 5,5 (T)
    Kadar Holoselulosa 80,6% Lignin 29,5% Pentosan 17,9% Abu 1,4% Silika 1,3%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,1% Air dingin 2,5%Air panas 4,5% NaOH 1 % 11,4%
    Kelarutan Alkohol-benzena 3,1% Air dingin 2,5%Air panas 4,5% NaOH 1 % 11,4%
    Kalor 4.327 cal/g
    Keawetan Kayu ini masuk ke dalam kelas awet V (Oey, 1990). Ketahanan terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) kelas V , dan terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) kelas V.Ketahanan terhadap jamur Dacryopinax spathularia kela
    Keterawetan Masuk kelas I (mudah)
    Pengeringan Kayu cepat mengering (7 hari) dari kadar air 50% hingga mencapai kadar air kering udara (15%) dengan mutu pengeringan tergolong sedang.Pengeringan dalam dapur pengering konven-sionalKayu disarankan dikeringkan dengan suhu 50 - 75?C dan Rh 28 - 80%.
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 91 k 174Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 256 k 267Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 18,7 k 38,5
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 16 k 19 Tangensial (kgm/dm3) b 16 k 23
    Keteguhan Tekan b 38 k 44
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 34 k 32 Tangensial (kg/cm2) b 36 k 35
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 171 k 156 Sisi (kg/cm2) b 116 k 115
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 25 k 21 Tangensial (kg/cm) b 25 k 22
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 174 k 324 Tangensial (kg/cm2) b 239 k 314
    Venir Kayu Lapis Kayu ini dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 91?30? untuk tebal 1,5 mm. Perekatan venir kayu ini dengan urea formaldehida cair menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesi
    Pengerjaan Penyerutan 70% Baik (II) Pembentukan 52% Sedang (III) Pembubutan 53% Sedang (III) Pemboran 57% Sedang (III) Pengampelasan 68% Baik (II)
    Kegunaan Kayu ini dapat digunakan kotak pembungkus, pegangan sikat dan korek api. Selanjutnya dapat juga digunakan venir dan kayu lapis, pelampung jala, papan selancar, cadik perahu, perisai, lembing, helm, bahan insulator, kelom, barang kerajinan pahatan dan ukir
    Tempat Tumbuh Secara alami tumbuh di daerah beriklim monsoon, tanah berpasir dan lembab, seperti hutan rawa, sepanjang aliran sungai dan tanah yang drainasenya buruk, pada ketinggian sampai dengan 2.000 m.dpl.
    Permudaan Permudaan alami termasuk sangat mudah, karena di beberapa lokasi dijumpai dalam bentuk tegakan murni. Perbanyakan dapat dilakukan dengan biji dan vegetatif, berupa stek batang. Perbanyakan dilakukan dengan memilih batang atau cabang yang cukup tua sepanja
    Hama Penyakit Tanaman ini dapat diserang busuk akar (belum diketahui penyebabnya) dan penggerek pucuk oleh belalang (Terastia meticulosalis

    Sertakan beberapa komentar anda