Gambar

BAYUR

Botanis Pterospermum spp., famili Sterculiaceae (terutama P. celebicum Miq., P. diversifolium Bl., P. javanicum Jungh.).
Pohon BAYUR
Local Balang, cerlang, wadang, walang, walangan (Jw); ambulang, bayur, bayur bena, bayur berdaun lebar, bayur burung, bayur helang, bayur lang, balang ke- ras, cemerlang, jitang, merilang (Smt); bayur, bawan besar daun, bayur laki, bayur bantai, bayur merah, te
Sinonim Pterospermum blumeanum Korth. Pterospermum lanceaefolium Bl.
Sinonim Malvaceae
Habitat Tinggi pohon dapat mencapai 40 m dengan panjang batang bebas cabang 10 - 30 m dan diameter sampai 120 cm. Batang agak lurus, berlekuk dangkal, tinggi banir sampai 2 m. Kulit berwarna sawo matang atau kelabu-coklat, sedikit mengelupas.
Persebaran
  • Bali
  • Kalimantan Selatan
  • Jawa
  • Nusa Tenggara Timur
  • Maluku
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Seluruh Sulawesi
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Kayu teras berwarna merah pucat, merah-coklat muda, kadang-kadang semu-semu lembayung. Kayu gubal berwarna putih kotor sampai kelabu.
    Tekstur Tekstur kayu agak kasar.
    Arah Serat Arah serat lurus atau berpadu.
    Kesan Raba Permukan kayu licin atau agak licin.
    Kilap Permukaan kayu mengkilap.

    Bau -
    Pori-Pori Pori sebagian besar merupakan gabungan 2 - 3 dalam arah radial, sebagian kecil soliter, diameter 170 - 230 ?, frekuensi 2 - 7 per mm2, bidang perforasi sederhana.
    Parenkim Parenkim berbentuk pita halus di antara jari-jari dan membentuk pola bertangga.
    Jari-Jari Jari-jari heteroselular, umumnya 1 - 3 seriat, kadang-kadang sampai 7 seriat, lebar 40 - 50 ?, tinggi 450 - 680 ?, frekuensi 7 - 9 per mm, terdapat sel bata yang lebih tinggi dari sel baring, kadang-kadang terdapat juga susunan bertangga yang tampak pada
    Berat Jenis P. celebicum 0,44 (0,30-0,56); III-IV P. diversifolium 0,65 (0,51 -0,78); II-III P. javanicum 0,53 (0,35-0,70); III
    Penyusutan Penyusutan kayu P.javanicum sampai kering tanur adalah 3,6% (R) dan 8,5% (T).
    Kadar Selulosa - Lignin - Pentosan -
    Kelarutan Alkohol-benzena - Air dingin - Air Panas - NaOH 1% -
    Kelarutan Alkohol-benzena - Air dingin - Air Panas - NaOH 1% -
    Kalor -
    Keawetan Kayu bayur secara umum masuk dalam kelas awet IV-V. Berdasarkan percobaan kuburan kayu P. javanicum masuk dalam kelas awet IV, sedangkan daya tahannya terhadap jamur pe?lapuk kayu termasuk kelas II-III
    Keterawetan Keterawetan kayu bayur termasuk kelas sedang sampai mudah.
    Pengeringan Kayu bayur mudah dikeringkan, meskipun cenderung mudah mengalami pencekungan dan pecah ujung. Pengeringan papan tebal 2, 5 cm dari keadaan segar sampai kadar air 16% memerlukan waktu sekitar 50 hari. Pengeringan kayu segar sampai kadar air 10% untuk papan
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 226 k 294Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 413 k 489Modulus elastisitas (1.000 kg/cm2) b 75 k 83Usaha sampai batas proporsi (kgm/dm3) b 0,4 k 0,6 Usaha sampai batas patah (kgm/dm3) b 4,1 k 3,6
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 15,5 k 13,1, Tangensial (kgm/dm3 ) 16,5 16,4
    Keteguhan Tekan b 195 k 251
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2 ) b 28,3 k 17,3, Tangensial (kg/cm2) b 29,1 k 19,7
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 189 k 163, Sisi (kg/cm2) b 180 k 119
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 34,2 k 33,3, Tangensial (kg/cm) b 35,2 k 37,8
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 20,9, k 26,3, tangensial (kg/cm2) b 23,6 27,9
    Venir Kayu Lapis Kayu bayur mudah dibuat venir tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 93? untuk tebal venir 1,5 mm. Perekatan venir kayu bayur dengan urea?formaldehida menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Jerman.
    Pengerjaan Kayu bayur mudah dikerjakan sampai halus serta dapat dipelitur dengan baik. Pengujian sifat pemesinan jenis-jenis kayu bayur memberi hasil klasifikasi sebagai berikut: P. celebicum : Penyerutan II, Pemboran II, Lubang persegi II, Pembentukan III, Pembubutan IV, Pengamplasan IV P. diversifolium : Penyerutan II, Pemboran II, Lubang persegi -, Pembentukan I, Pembubutan I, Pengamplasan I P. javanicum : Penyerutan II, Pemboran III, Lubang persegi I, Pembentukan II, Pembubutan III, Pengamplasan I
    Kegunaan Kayu bayur cocok untuk konstruksi di bawah atap, terutama untuk papan atau balok. Selain daripada itu juga dipakai untuk kayu pertukangan, lantai, mebel, tangkai peralatan, kano dan korek api (kotak dan tangkai). Di Filipina kayu bayur dipakai untuk membu
    Tempat Tumbuh Bayur tumbuh pada tanah basah (becek) yang tidak tergenang air dan dapat juga tumbuh pada tanah kering di dalam hutan gugur daun pada tanah liat, tanah pasir atau tanah liat berpasir. Jenis ini memerlukan iklim basah hingga kemarau agak kering dengan tipe
    Permudaan Permudaan alam mudah terjadi dan banyak terdapat secara tersebar atau kadang-kadang berkelompok. Permudaan buatan banyak dilakukan di areal hutan jati sebagai tanaman campuran atau di tanam secara murni dengan jarak tanam 3 m x 1 m. Penanaman dapat dilak
    Hama Penyakit Akar dan batang tanaman muda sering diserang semut api. Pucuk dan daun muda diserang Curculionidae.

    Sertakan beberapa komentar anda