Gambar

RASAMALA

Botanis Altingia excelsa Noronha, famili Hamamelidaceae.
Pohon Rasamala
Local Mala, rasamala, rasamala beureum, rasamala bodas, rasamala gadog (Jw); bodi rimbo, cemara itam, lamin, mandung, rasamalo abang, rasamalo putih, rasamalo hitam, semalo, tulason (Smt).
Sinonim -
Sinonim Hamamelidaceae
Habitat Tinggi pohon sampai 50 m dengan panjang batang bebas cabang 15 - 30 m, diameter sampai 150 cm, berbanir. Kulit luar berwarna coklat muda atau kelabu-merah, sedikit mengelupas.
Persebaran
data belum tersedia
Karakteristik
Warna Kayu teras berwarna merah daging, coklat?merah sampai coklat-hitam. Kayu gubal berwarna lebih muda dan tidak mempunyai batas yang jelas dengan kayu teras.
Tekstur Tekstur kayu halus.
Arah Serat Arah serat lurus, seringkali terpilin, agak berpadu, kadang-kadang berombak.
Kesan Raba Permukaan kayu Hein, atau agak licin.
Kilap Permukaan kayu agak mengkilap sampai mengkilap.

Bau Kayu segar berbau asam.
Pori-Pori Pori hampir seluruhnya soliter, diameter 75 - 90 ?, frekuensi 20 - 45 per mm2, berisi tilosis, kadang- kadang berisi endapan berwarna kuning atau merah, bidang perforasi berbentuk tangga.
Parenkim Parenkim termasuk tipe apotrakeal, tersebar, kadang-kadang berbentuk pita pada tempat yang mengandung saluran damar aksial.
Jari-Jari Jari-jari heteroselular, 2 - 3 seriat, kadang-kadang homoselular yang seluruhnya terdiri dari sel tegak, lebar 36 ?, tinggi 650 - 736 ?, frekuensi 6 - 8 per mm.
Berat Jenis 0,81 (0,61-0,90); II
Penyusutan Penyusutan kayu rasamala sampai kering tanur 5,6% (R) dan 11,6% (T).
Kadar Selulosa 46,1% Lignin 30,0% Pentosan 16,7% Abu 1,4% Silika 0,7%
Kelarutan Alkohol-benzena 1,5% Air dingin 2,4% Air panas 2,8% NaOH 1 % 14,4%
Kelarutan Alkohol-benzena 1,5% Air dingin 2,4% Air panas 2,8% NaOH 1 % 14,4%
Kalor 4.829 cal/g
Keawetan Keawetan kayu rasamala dimasukkan ke dalam kelas II-(III), tetapi berdasarkan percobaan kuburan keawetannya termasuk kelas I. Daya tahannya terhadap rayap kayu kering termasuk kelas sedang dan terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas III-IV.
Keterawetan Keterawetan kayu rasamala termasuk kelas sedang.
Pengeringan Kayu rasamala termasuk sulit dan lambat mengering serta mudah mengalami pencekungan, pemilinan dan pecah pada mata kayu, terutama pada kayu yang seratnya berombak. Kayu harus dikeringkan secara hati-hati dan ditumpuk dengan baik, terutama pada pengeringan
Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 485 k 575Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 769 k 1.043Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 72 k 92Usaha sampai batas proporsi (kgm/dm3) b 1,0 k 1,2 Usaha sampai batas patah (kgm/dm3) b 6,5 k 8,8
Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 36,6 k 33,8 Tangensial (kgm/dm3) b 35,8 k 34,4
Keteguhan Tekan b 401 k 598
Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 53,9 k 51,1 Tangensial (kg/cm2) b 56,7 k 62,5
Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 441 k 632 Sisi (kg/cm2) b 427 k 632
Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 62,8 k 66,0 Tangensial (kg/cm) b 73,6 k 92,2
Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 45,8 k 50,4 Tangensial (kg/cm2) b 54,1 k 66,0
Venir Kayu Lapis Kayu rasamala dapat dibuat venir dengan hasil baik, dengan sudut kupas 91? untuk tebal venir 1,5 mm, setelah direbus dahulu selama 24 jam. Perekatan venir rasamala dengan urea-formaldehida menghasilkan kayu lapis yang memenuhi persyaratan standar Jerman.
Pengerjaan Kayu rasamala mudah digergaji dan dapat dikerjakan dengan baik. Pengujian sifat pemesinan menunjukkan juga bahwa kayu rasamala dapat diserut, dibentuk, dibor, dibuat lubang persegi dan diamplas dengan hasil sangat baik serta dapat dibubut dengan hasil baik.
Kegunaan Kayu rasamala biasa dipakai untuk tiang dan balok rumah dan jembatan, juga banyak dipakai untuk tiang listrik dan telpon setelah diawetkan.
Tempat Tumbuh Rasamala tumbuh pada tanah sarang, tanah berpasir atau tanah berbatu, dan lebih menyukai tanah yang subur, umumnya pada lapangan yang miring di kaki bukit dan pegunungan. Jenis ini menghendaki iklim basah dan kemarau yang sedang dengan tipe curah hujan A
Permudaan Permudaan alam cukup banyak terdapat di dalam hutan primer, tumbuh berkelompok atau berpencar. Permudaan buatan dilakukan dengan biji yang disemaikan dalam bak kecambah yang diberi lapisan pasir halus setebal 3 cm dan disimpan di bawah naungan. Anakan ya
Hama Penyakit Anakan yang baru tumbuh di pesemaian mudah diserang penyakit jamur tanah Rhizoctonia sp. dan Fusarium sp., pohon dewasa diserang hama penggerek Phasus sp., ulat daun Euslia inixtricata Moore dan jamur upas Corticium salmonicolor B. et Br.

Sertakan beberapa komentar anda