Gambar

MANGLID

Botanis Manglietia glauca Blume famili Magnoliaceae
Pohon Manglid
Local Baros, tempoko baros, cepoko kantil (Jawa); manglid (Sunda); antuang, bungo, madang bustak, m. kaladi, m. campago, campago (Sumatera); manglid (Sulawesi); cimpaka (Bali).
Sinonim Magnolia blumei Plantl, Manglietia singalanensis Agostini, Manglietia sumatrana Miq.
Sinonim Magnoliaceae
Habitat Pohon raksasa, tinggi mencapai 50 m. Batang silindris, tegak, diameter sampai 122 cm. Permukaan pepagan berwarna cokelat pucat keputihan, licin. Ranting terdapat lingkaran-lingkaran bekas daun penumpu.Daun tunggal, kedudukan berselang seling, bentuk hela
Persebaran
  • Bali
  • Jawa
  • Seluruh Sulawesi
  • Seluruh Sumatera
  • Karakteristik
    Warna Warna kayu teras cokelat muda keabuan, jelas dibedakan dari kayu gubalnya yang berwarna putih krem agak cokelat muda.
    Tekstur Agak kasar dan tidak merata.
    Arah Serat Berpadu.
    Kesan Raba Agak licin
    Kilap Agak kusam.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim bentuk pita >3 lapis sel dan pita sempit =3 lapis sel, parenkim aksial paratrakea jarang dan sepihak.
    Jari-Jari Jari-jari 1-3 seri dan jari-jari besar umumnya 4-10 seri. Komposisi sel jari-jari dengan 1 jalur sel tegak dan atau sel bujur sangkar marjinal, dan umumnya dengan 2-4 jalur sel tegak atau sel bujur sangkar marjinal.
    Berat Jenis Berat Jenis 0,41 dan kelas kuat III-IV (Oey, 1990)
    Penyusutan Penyusutan (%) :Penyusutan dari basah sampai kering udara 1,1 (R) ; 2,6 (T)Penyusutan dari basah sampai kering oven 3,0 (R) ; 5,7 (T)
    Kadar Holoselulosa 76,4% Lignin 26,6% Pentosan 15,1% Abu 0,4% Silika 0,3%
    Kelarutan Alkohol-benzena 4,2% Air dingin 3,7%Air panas 4,4% NaOH 1 % 14,4%
    Kelarutan Alkohol-benzena 4,2% Air dingin 3,7%Air panas 4,4% NaOH 1 % 14,4%
    Kalor 4.386 kal/g
    Keawetan Kayu ini masuk ke dalam kelas awet II (Oey, 1990). Ketahanan terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) kelas IV , dan terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) kelas IV.Ketahanan terhadap jamur Dacryopinax spathularia k
    Keterawetan Masuk kelas I (mudah)
    Pengeringan Pengeringan dalam dapur pengering konven-sionalKayu disarankan dikeringkan dengan suhu 60 ?80?C dan Rh 73 ? 26%.
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 294 k 348Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 375 k 458Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 53,7 k 54,7
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 14 k 13 Tangensial (kgm/dm3) b 15 k 21
    Keteguhan Tekan b 54 k 53
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 46 k 53 Tangensial (kg/cm2) b 48 k 59
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 237 k 284 Sisi (kg/cm2) b 151 k 177
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 27 k 23 Tangensial (kg/cm) b 27 k 22
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 12 k 11 Tangensial (kg/cm2) b 15 k 16
    Venir Kayu Lapis Kayu ini dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 90?30? untuk tebal 1,5 mm. Perekatan venir kayu ini dengan urea formaldehida cair menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesi
    Pengerjaan Penyerutan 74% Baik (II) Pembentukan 74% Baik (II) Pembubutan 68% Baik (II) Pemboran 64% Baik (II) Pengampelasan 76% Baik (II)
    Kegunaan Kayu ini dapat digunakan untuk konstruksi dalam ruangan, papan lantai, rangka pintu dan jendela, mebel, moulding, venir dan kayu lapis. Di Bali digunakan untuk bahan patung dan ukiran.
    Tempat Tumbuh Tumbuh alami di hutan primer dataran rendah sampai pegunungan pada ketinggian 450?2.400 m.dpl., pada tanah yang subur dengan solum dalam.
    Permudaan Perbanyakan dilakukan dengan biji. Di Bali banyak di tanam untuk keperluan lokal. Di Jawa Barat ditanam untuk reboisasi dan rehabilitasi lahan. Perbanyakan dengan biji dilakukan di persemaian. Ekstraksi benih dilakukan dengan menjemur buah sampai cangkang
    Hama Penyakit Belum ada laporan mengenai serangan hama penyakit. Ekstrak daun berpotensi sebagai bio-pestisida. Hasil percobaan in vitro ekstrak daun dapat menghambat pertumbuhan bakteri Bacillus subtilis dan jamur Alternaria solani.

    Sertakan beberapa komentar anda