Gambar

KAYU PUTIH

Botanis Melaleuca cajuputi Powell - Myrtaceae
Pohon Putih
Local Amis-amisan, kayu putih (Jawa), gelam (Sumatera).
Sinonim M. Leucadendron L
Sinonim Myrtaceae
Habitat Pohon sedang atau besar, tinggi mencapai 40 m. Batang silindris, tegak, diameter batang 30-35 cm. Permukaan pepagan berwarna putih, kuning kecokelatan, mudah mengelupas kasar seperti lembaran kertas yang sangat tipis dan lembut; kulit dalam merah. Ranting
Persebaran
  • Seluruh Sumatera
  • Seluruh Sulawesi
  • Kalimantan
  • Papua
  • Jawa
  • Karakteristik
    Warna Warna kayu teras cokelat muda kemerahan, agak mudah dibedakan dari kayu gubal yang berwarna cokelat muda.
    Tekstur Agak kasar
    Arah Serat Lurus sampai berpadu.
    Kesan Raba Kesat.
    Kilap Kusam.

    Bau -
    Pori-Pori -
    Parenkim Parenkim apotrakea tersebar hingga dalam kelompok paratrakea jarang, sepihak, vaskisentrik hingga aliform. Panjang 3?4 sel per-untai.
    Jari-Jari Jari-jari umumnya satu seri, beberapa ditemui 1?3 seri. Komposisi umumnya dengan 2?4 jalur sel tegak dan atau sel bujur sangkar marjinal.
    Berat Jenis Berat jenis 0,78 dan kelas kuat II (Oey, 1990)
    Penyusutan Penyusutan (%)Penyusutan dari basah sampai kering udara 2,6 (R) ; 5,1 (T)Penyusutan dari basah sampai kering oven 6,5 (R) ; 10,3 (T)
    Kadar Holoselulosa 78,6% Lignin 32,0% Pentosan 17,1% Abu 0,9% Silika 0,5%
    Kelarutan Alkohol-benzena 4,7% Air dingin 1,1%Air panas 4,1% NaOH 1 % 16,1%
    Kelarutan Alkohol-benzena 4,7% Air dingin 1,1%Air panas 4,1% NaOH 1 % 16,1%
    Kalor 4.336 kal/g
    Keawetan Kayu ini masuk ke dalam kelas awet III (Oey, 1990). Ketahanan terhadap rayap kayu kering (Cryptotermes cynocephalus Light.) kelas III, dan terhadap rayap tanah (Coptotermes curvignathus Holmgren) kelas II.Ketahanan terhadap jamur Dacryopinax spathularia
    Keterawetan Masuk kelas I (mudah)
    Pengeringan Kayu agak cepat mengering (36 hari) dari kadar air 50% hingga mencapai kadar air kering udara (15%) dengan mutu sedang sampai agak baik. Kayu disarankan dikeringkan dengan suhu 45 -70?C dan Rh 83 -23%.
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 214 k 413Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 621 k 666Modulus elasitisitas (1.000kg/cm2) b 49,2 k 88,2
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 45 k 29 Tangensial (kgm/dm3) b 45 k 26
    Keteguhan Tekan b 138 k 362
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 78 k 77 Tangensial (kg/cm2) b 85 k 84
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 554 k 550 Sisi (kg/cm2) b 456 k 425
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 63 k 48 Tangensial (kg/cm) b 66 k 61
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 51 k 30 Tangensial (kg/cm2) b 58 k 40
    Venir Kayu Lapis Kayu ini dapat dibuat venir dengan hasil baik tanpa perlakuan pendahuluan dengan sudut kupas 91? untuk tebal 1,5 mm. Perekatan venir kayu ini dengan urea formaldehida cair menghasilkan kayu lapis tahan air yang memenuhi syarat Standar Nasional Indonesia (
    Pengerjaan Penyerutan 86% Sangat baik (I) Pembentukan 84% Sangat baik (I) Pembubutan 96% Sangat baik (I) Pemboran 91% Sangat baik (I) Pengampelasan 90% Sangat baik (I)
    Kegunaan Kayu ini digunakan untuk bahan bangunan, lantai, papan dinding, bantalan, rangka pintu jendela, perkapalan, arang
    Tempat Tumbuh Tumbuh di daerah tropika basah pada suhu 17?33?C dan curah hujan 1.300-1.750 mm/tahun. Jenis ini dapat tumbuh pada ketinggian tempat 5-400 m.dpl., tetapi tumbuh optimal di daerah berawa dan biasa ditemukan setelah vegetasi mangrove (daerah peralihan mangr
    Permudaan Permudaan dilakukan dengan biji, tetapi dapat juga dilakukan dengan stump dan stek batang/cabang. Pada daerah setelah kebakaran, regenerasi terjadi melalui biji, terubusan dan/atau tunas akar.
    Hama Penyakit Tanaman biasanya diserang rayap dari jenis Macrotermes gilvus, M. insperatus dan Odontotermes grandiceps menyerang bagian kulit dan kayu tanaman muda. Serangan rayap ini dapat menyebabkan kematian tanaman, sehingga seringkali penyulaman dilakukan berkali-

    Sertakan beberapa komentar anda