Gambar

GIA

Botanis Homalium foetidum (Roxb.) Benth., famili Flacourtiaceae.
Pohon Gia
Local Batu bagelang, kalat-kalat, matandauw, melmas (Kim); gia, hia, karondang rante, kolaka, molaba, momala (Slw); hate besi, hate fina, merhai, musti?gawe, ngersaun, samar (Mlk); ied, ropir (IJ).
Sinonim -
Sinonim Dipterocarpaceae
Habitat Tinggi pohon 35 m dengan panjang batang 25 m, diameter 50 cm, tinggi banir sampai 7 m. Kulit luar berwarna abu-abu atau putih, beralur dangkal, mengelupas.
Persebaran
  • Kalimantan Selatan
  • Jawa
  • Maluku
  • Irian Jaya
  • Kalimantan Barat
  • Kalimantan Timur
  • Seluruh Sulawesi
  • Karakteristik
    Warna Kavu teras berwarna coklat sampai coklat kemerah-merahan. Kayu gubal berwarna coklat muda kemerah-merahan atau coklat-merah pucat.
    Tekstur Tekstur kayu halus sampai agak halus dan merata.
    Arah Serat Arah serat lurus, kadang-kadang berpadu.
    Kesan Raba Permukaan kayu agak licin sampai licin.
    Kilap Permukaan kayu agak mengkilap.

    Bau -
    Pori-Pori Pori soliter dan bergabung 2 - 4 dalam arah radial, diameter 40 - 120 ?, frekuensi 7 - 21 per mm2 . sebagian besar berisi tilosis, bidang perforasi sederhana.
    Parenkim Tidak tampak jelas.
    Jari-Jari Jari-jari heteroselular dan multiseriat, lebar 10 - 40 ?, tinggi 400 - 1 .700 ?, frekuensi 6 - 18 per mm, sel tegak berisi kristal.
    Berat Jenis 0,91 (0,77 - 1,06); I-II
    Penyusutan Penyusutan dari keadaan basah sampai kering tanur 4,6% (R) dan 13,2% (T).
    Kadar Selulosa 59,4% Lignin 35,0% Pentosan 11,9% Abu 2,1% Silika -
    Kelarutan Alkohol-benzena 11,6% Air dingin 1,4% Air Panas 2,6% NaOH 1% 13,6%
    Kelarutan Alkohol-benzena 11,6% Air dingin 1,4% Air Panas 2,6% NaOH 1% 13,6%
    Kalor 4.335 cal/g
    Keawetan Kayu gia dimasukkan ke dalam kelas awet I-II, tetapi berdasarkan percobaan kuburan jenis kayu ini termasuk kelas awet III-IV. Daya tahannya terhadap rayap kayu kering termasuk kelas III dan terhadap jamur pelapuk kayu termasuk kelas II-IV.
    Keterawetan Keterawetan kayu gia termasuk kelas mudah.
    Pengeringan Pengeringan kayu gia tidak terlalu sukar, kecuali dapat terjadi cacat kecil seperti sedikit cekung dan retak-retak halus pada permukaan bidang tangensial dan ujung kayu serta dapat melengkung. Pengeringan papan tebal 1,25 cm sampai kadar air 15% memerluka
    Keteguhan Lentur Tegangan pada batas proporsi (kg/cm2) b 532 k 811, Tegangan pada batas patah (kg/cm2) b 952 k 1.210, Modulus elstisitas (1.000 kg/cm2) b 143 k 139, Usaha sampai batas proporsi (kgm/dm3) b 1,1 k 2,7, Usaha sampai batas patah (kgm/dm3) b 9,8 k 14,5
    Keteguhan Pukul Radial (kgm/dm3) b 32 k 40, Tangensial (kgm/dm3) b 27,3 k 40,5
    Keteguhan Tekan b 493 k 572
    Keteguhan Geser Radial (kg/cm2) b 78,9 k 78,8, Tangensial (kg/cm2 ) b 100, 1 k 85,8
    Kekerasan Ujung (kg/cm2) b 623 k 682,Sisi (kg/cm2 ) b 436 k 602
    Keteguhan Belah Radial (kg/cm) b 58,7 k 58,4, Tangensial (kg/cm) b 103,1 k 74,4
    Keteguhan Tarik Radial (kg/cm2) b 37,7 k 55,3, Tangensial (kg/cm2) b 57 k 76
    Venir Kayu Lapis Tidak ada data
    Pengerjaan Jenis-jenis kayu Homalium umumnya tidak sukar dikerjakan dan tidak cepat menumpulkan gergaji walaupun kayunya keras. Hasil ketamannya sangat halus walaupun ada sedikit serat terangkat pada bidang radial, dan hasil bubutannya pun sangat baik. Pengujian sifat pemesinan menunjukkan bahwa kayu H. foetidum dapat diserut, dibor, dibuat lubang persegi, dibentuk dan diarnplas dengan hasil sangat baik serta dapat dibubut dengan baik.
    Kegunaan Kayu gia digunakan untuk bahan bangunan, tiang, lantai, papan dinding dan mungkin juga untuk mebel. Selain itu dapat juga digunakan untuk bantalan rel kereta api setelah diawetkan.
    Tempat Tumbuh Gia tumbuh di dalam hutan primer, pada tanah liat dan tanah berpasir yang kering atau tergenang air secara bermusim. Banyak tumbuh di tepi anak sungai di dataran rendah pada ketinggian 50 - 300 m dari permukaan laut dengan tipe curah hujan A - B.
    Permudaan Permudaan alam terdapat tidak merata di dalam hutan primer. Kadang-kadang terdapat permudaan alam di dalam hutan sekunder tua, tumbuh berpencar atau sebagian bergerombol. Untuk merangsang pertumbuhan sebaiknya dilakukan pembukaan tajuk dengan menebang poh
    Hama Penyakit Tidak ada data.

    Sertakan beberapa komentar anda